Sekali, Lupakanlah Alasan Kebergantungan.

Dudukmu masuk menghinggap sayap
Terpaksa kulalukan dengan kadar tak rela
Tampangmu menceritakan luka
atau sekurangnya sakit yang sudah sekian lama beranak-pinak.

Yang pernah mengharap pasti mengerti sakitnya berharap.

Kau yang leka memandang jendela
tidak kulepas dari tatap.
Mencuri kacamu yang sayu
Cuba ingin mengetuk hatimu yang lugu.

Di atas tiga puluh lapan ribu kaki,
alangkah bahagia jika aku menjadi tingkap.